ABSTRAK
Putrie Christianti Septia (0602157)
Program Studi Ilmu Komputer
Fakultas Pendidikan Matemtika Dan Ilmu Peengetahuan Alam
Universitas Pendidikan Indonesia
ABSTRAK
Kerberos merupakan suatu protocol autentikasi jaringan. Kerberos dirancang untuk memberikan autentikasi yang kuat untuk aplikasi client/server dengan menggunakan secret-key cryptography.Internet merupakan tempat yang tidak aman. Banyak protokol yang menggunakan Internet tidak memberikan sistem autentikasi yang aman. Tools untuk mencuri password sering digunakan oleh para hacker. Jadi, aplikasi yang mengirimkan password yang tidak dienkripsi melalui jaringan sangatlah rentan dan berbahaya. Kerberos diciptakan oleh MIT (Massachusetts Institute of Technology) sebagai solusi untuk masalah keamanan ini.
Keyword : Kerberos, protokol, autentikasi
1.PENDAHULUAN
Internet merupakan tempat yang tidak aman. Banyak protokol yang menggunakan Internet tidak memberikan sistem autentikasi yang aman. Tools untuk mencuri password sering digunakan oleh para hacker. Jadi, aplikasi yang mengirimkan password yang tidak dienkripsi melalui jaringan sangatlah rentan dan berbahaya.
Beberapa situs menggunakan firewall untuk mengatasi masalah keamanan jaringan mereka. Tetapi sayangnya, firewall mengasumsikan bahwa ancaman bahaya berasal dari luar, padahal seringkali pada kenyataannya tidaklah demikian. Ancaman bahaya justru sering datang dari dalam. Kerusakan-kerusakan dan kejahatan-kejahatan jaringan komputer sering berasal dari pihak dalam. Firewall juga memiliki kelemahan bahwa mereka membatasi bagaimana pengguna dapat menggunakan Internet. Firewall dapat diasosiasikan dengan pernyataan yang mengatakan bahwa tidak ada komputer yang lebih aman daripada komputer yang tidak terhubung ke dalam jaringan dan komputer tersebut dimatikan. Kita tahu, bahwa hal tersebut tidak realistis dan tidak dapat diterima.
Oleh karena hal-hal tersebut di atas, maka diperlukan suatu protokol autentikasi jaringan yang dapat diandalkan. Salah satunya adalah Kerberos. Kerberos dirancang untuk memberikan autentikasi yang kuat untuk aplikasi client/server dengan menggunakan secret-key cryptography. Kerberos diciptakan oleh MIT (Massachusetts Institute of Technology) di Amerika Serikat.
2. KERANGKA KONSEPTUAL
a. Dasar Kerberos
Authentication atau autentikasi merupakan proses verifikasi identitas dari seorang anggota yang memberikan suatu data, dan integritas dari data tersebut.Principal adalah anggota yang identitasnya telah di verifikasi. Verifier adalah anggota yang meminta jaminan identitas dari principal. Integritas data adalah jaminan bahwa data yang diterima adalah data yang sama dengan data yang dikirimkan. Mekanisme autentikasi berbeda dalam jaminan yang mereka berikan: beberapa menyatakan bahwa data dibuat oleh principal pada satu titik di masa lampau, beberapa menyatakan bahwa data dibuat oleh principal di masa sekarang (present), dan beberapa yang lainnya lagi menyatakan bahwa data baru saja dibuat oleh principal ketika dikirimkan. Mekanisme juga berbeda dalam hal jumlah verifier: beberapa ada yang menggunakan verifier tunggal untuk setiap message, ada yang menggunakan multiple verifiers. Perbedaan ketiga adalah dalam hal apakah mekanisme tersebut mendukung non-repudiation, yaitu kemampuan verifier untuk membuktikan kepada pihak ketiga bahwa pesan tersebut benar-benar dibuat oleh principal.
Karena perbedaan-perbedaan ini mempengaruhi performa, maka kita perlu melihat kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh masing-masing aplikasi sebelum kita menentukan metoda mana yang akan digunakan. Contohnya, autentikasi untuk electronic mail (email) membutuhkan multiple verifiers dan non-repudiation, tetapi toleran terhadap latensi waktu.
Layanan keamanan lainnya adalah kerahasiaan (confidentiality) dan autorisasi (authorization). Confidentiality adalah perlindungan informasi terhadap mereka yang tidak seharusnya menerima informasi tersebut. Kebanyakan metode autentikasi yang baik memberikan pilihan untuk confidentiality ini. Authorization adalah proses dimana seseorang menentukan apakah principal dapat melakukan suatu operasi. Autorisasi biasanya dilakukan setelah principal melalui proses autentikasi.
b. Kerberos
Kerberos merupakan layanan autentikasi yang dikembangkan oleh MIT (Massachusetts Institute of Technology) Amerika Serikat, dengan bantuan dari Proyek Athena. Tujuannya adalah untuk memungkinkan pengguna (user) dan layanan (service) untuk saling mengautentikasi satu dengan yang lainnya. Dengan kata lain, saling menunjukkan identitasnya.
c. Dasar-Dasar Kerberos
Pendekatan dasar dari Kerberos adalah menciptakan suatu layanan yang tujuan satu-satunya adalah untuk autentikasi. Alasannya adalah untuk membebaskan layanan tersebut dari keharusan untuk mengurusi record akun pengguna. Dalam pendekatan ini, pengguna dan layanan harus memercayai Kerberos authentication server (AS). AS ini berperan sebagai pengenal kepada mereka. Untuk melakukan hal ini, pengguna dan layanan harus mempunyai shared secret key yang telah terdaftar di AS. Key tersebut dinamakan long-term keys, karena memang digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama, yaitu berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Ada tiga langkah dasar dalam proses autentikasi pengguna kepada layanan. Pertama, pengguna mengirimkan request kepada AS, meminta untuk mengautentikasi dirinya terhadap layanan. Dalam langkah kedua, AS bersiap untuk memperkenalkan pengguna dan layanan satu sama lainnya. Hal ini dilakukan dengan cara menciptakan suatu secret key yang baru dan random yang akan dibagikan hanya kepada pengguna dan layanan. AS mengirimkan pesan kepada pengguna yang terdiri atas dua bagian. Satu bagian mengandung random key bersama nama layanan, yang dienkripsi dengan long-term key milik pengguna. Bagian lainnya mengandung random key yang sama bersama nama pengguna, yang dienkripsi dengan long-term key milik layanan. Dalam bahasa Kerberos, pesan yang pertama sering disebut credentials, sedangkan pesan yang kedua disebut ticket, dan random key tersebut disebut dengan session key.
Pada tahap ini, hanya pengguna yang mengetahui session key. Pengguna membuat suatu pesan, misalnya timestamp, kemudian dienkripsi menggunakan session key. Pesan ini disebut authenticator. Pesan authenticator ini dikirimkan bersama dengan ticket kepada layanan. Kemudian layanan mendekripsikan ticket dengan long-term key-nya, mendapatkan session key, yang pada gilirannya digunakan untuk mendekripsikan authenticator. Layanan tersebut memercayai AS, sehingga ia dapat yakin bahwa hanya pengguna yang terdaftar yang dapat membuat authenticator semacam itu. Hal ini mengakhiri proses autentikasi pengguna terhadap layanan
d.Ticket Granting Server
Salah satu ketidaknyamanan dalam penggunaan password adalah setiap kali kita mengakses layanan, maka kita harus mengetikkan password tersebut. Hal tersebut dapat menjadi menyulitkan jika kita memiliki banyak akun dan kita harus memasukkan password tersebut satu per satu. Mungkin kita akan mencoba membuat password yang mudah untuk diketik, dan sebagai akibatnya maka password kita tersebut akan menjadi mudah untuk ditebak. Dan jika kita menggunakan password yang sama untuk setiap akun kita, maka jika password kita tersebut terbongkar, seluruh akun kita menjadi rentan ditembus dengan TGS secara logika berbeda dari AS, meskipun mungkin mereka berada dalam satu mesin yang sama (keduanya sering disebut sebagai KDC – Key Distribution Center) Tujuan dari TGS adalah untuk menambahkan layer tambahan sehingga pengguna hanya perlu untuk memasukkan password sebanyak satu kali saja. Ticket dan session key yang didapat dari password tersebut digunakan untuk ticket selanjutnya. sebelum mengakses suatu layanan regular, pengguna meminta ticket dari AS untuk “berbicara” dengan TGS. Ticket ini disebut ticket granting ticket (TGT) , sering juga disebut sebagai initial ticket. Session key untuk TGT dienkripsi menggunakan long-term key milik pengguna, sehingga password dibutuhkan untuk mendekripsikannya kembali dari respon AS kepada pengguna.
e. Komponen Kerberos
Secara umum program Kerberos memiliki beberapa komponen pembentuk, yaitu:
1. Kerberos Application Library : Modul ini merupakan library yang menjadi antarmuka client dan server, antara lain berisi routine untuk membuat dan membaca permintaan otentikasi
2. Encryption Library : Modul ini berisi routine untuk melakukan enkripsi dan ekripsi.
3. Database Library : Modul dengan routine untuk mengatur penyimpanan database Kerberos.
4. Database Administration Program : Program yang mengatur cara pengubahan database Kerberos (penambahan dan penghapusan data-data principal).
5. Administration Server : Server untuk melayani pengubahan isi database Kerberos. Database ini meliputi nama dan kunci privat dari client dan server yang memerlukan otentikasi melalui Kerberos.
6. Authentication Server : Server untuk melakukan otentikasi terhadap principal-principal dalam database dan membuat session key.
7. Database Propagation Software : Program untuk mengatur replikasi dari database. Tujuannya untuk meng-update database di setiap server slave berdasarkan server master.
8. User Program : Program di sisi client yang mengatur user untuk login, mengubah password, dan menampilkan atau menghancurkan ticket (biasanya dikenal dengan sebutan kinit).
9. Application : Program-program aplikasi yang memerlukan otentikasi untuk dapat
mengaksesnya.
f. Cara Kerja Kerberos
Proses autentifikasinya cukup sederhana. Pertama kali pengguna hendak login ke server, ia harus membuktikan keaslian dirinya kepada authentication server (AS). Server ini akan membentuk session key dan encryption key bagi pengguna, untuk mengacak password maupun isi percakapan yang terjadi antara pengguna dan server.
Encryption key berfungsi sebagai tiket masuk, istilahnya ticket-granting-ticket, ke dalam server. Dengannya, pengguna belum bisa melayangkan request layanan (service). Selanjutnya, tiket ini akan dikirim kepada ticket granting server (TGS) yang akan memberikan tiket untuk mengirim request layanan kepada service server.
Tiket yang digunakan untuk melakukan request layanan dibatasi oleh rentang waktu, biasanya 8 jam. Dengan demikan, potensi ancaman keamanan tiket ini digunakan oleh orang lain di lain waktu dapat dikurangi.
3. KESIMPULAN
Kesimpulan yang didapat dari tulisan ini adalah proses autentikasi merupakan suatu hal yang sangat kritikal dalam keamanan sistem komputer. Tanpa mengetahui identitas dari pengguna yang melakukan request terhadap suatu layanan, sulit menentukan apakah operasi tersebut akan diizinkan atau tidak. Metode autentikasi tradisional sudah tidak cocok lagi digunakan saat ini karena para hacker selalu mengawasi jaringan untuk menyadap password. Penggunaan metoda autentikasi yang kuat yang tidak menunjukkan password menjadi suatu keharusan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kerberos merupakan sistem autentikasi yang cocok digunakan.
REFERENSI
http://id.wikipedia.org/wiki/kerberos
http://ae89crypt5.wordpress.com/kerberos-dalam-pengamanan-informasi/
http://radensomad.com/security-dan-keamanan-jaringan-komputer-dan-internet.html
http://www.bestlib.co.cc/2009/07/mengamankan-sistem-dengan-kerberos.html
http://pdfdatabase.com/index.php?q=sistem+kerberos&page=11
http://www.redgage.com/links/FajarA7X/mengamankan-sistem-dengan-kerberos.html
http://www.pdf-search-engine.com/proses-otentikasi-protokol-kerberos-pdf.html
http://security-hacking.infogue.com/mengamankan_sistem_dengan_kerberos
http://www.cert.or.id/~budi/courses/security/2006-2007/
http://mufari.wordpress.com/2008/07/11/kerberos-sistem-keamanan-informasi/

